Anak Peminatan Destinasi Magang di Front Office NIHI Sumba? Ternyata Bisa Jadi Pengalaman Berharga

Peminatan Destinasi tapi magang di Front Office? Bisa banget! Yuk, ikuti cerita Miran selama enam bulan belajar langsung di Nihi Sumba dan temukan bagaimana pengalaman tersebut mengubah cara pandangnya tentang dunia kerja di industri pariwisata.

PENGALAMAN BELAJARPENGUMUMAN

8/10/20263 min read

Sumber Foto : Dokumentasi Miranda

Berawal dari Keinginan Belajar di Resort Kelas Dunia

Dapet kesempatan gabung ke divisi Front Office jadi tantangan baru buat Miran. Meskipun basic-nya dari perminatan manajemen destinasi, dia mutusin ambil divisi ini karena kebetulan lagi buka lowongan, dan dia juga pengen kenal langsung dunia operasional di dunia akomodasi. Keputusan ini justru jadi pengalaman yang memperluas pemahamannya soal gimana caranya sebuah resort ngelola pengalaman tamu dari awal sampe akhir. Dan dari sinilah, journey belajar Miran di divisi Front Office dimulai.

Selama kuliah, mungkin kamu pernah mikir kalo mahasiswa perminatan Destinasi itu cocoknya magang di travel agent, destinasi wisata, atau lembaga pengelola pariwisata. Anggapan kayak gitu emang cukup umum sih, soalnya di materi kuliah lebih banyak bahas soal pengembangan destinasi, atraksi wisata, sampe pengalaman wisatawan. Tapi gimana kalo ternyata kamu malah dapet kesempatan buat magang di divisi Front Office sebuah resort mewah, yaitu NIHI Sumba, yang identik banget sama dunia perhotelan? Pengalaman dari mahasiswa angkatan 23, Mariana Miranda Sumarto, ini bisa jadi inspirasi sekaligus bukti kalau beda latar belakang justru bisa jadi awal dari proses belajar yang buka perspektif baru soal industri pariwisata.

Selama magang, rutinitas Miran nggak cuma duduk di meja resepsionis aja, tapi juga mastiin seluruh operasional tamu jalan lancar. Mulai dari bantuin proses penyambutan tamu, mastiin transportasi udah siap, ngecek bagasi, sampe belajar sistem OPERA yang dipake di resort itu. Biar bisa ngikutin ritme kerja di sana, Miran aktif nanya-nanya ke senior, banyak observasi, dan terus belajar paham tiap prosedur yang berjalan. Dari proses ini, rasa kaget yang awalnya muncul pelan-pelan berubah jadi pengalaman belajar yang berharga banget buat dia.

Sumber Foto : Dokumentasi Miranda

Front Office Ternyata Jauh Lebih Kompleks dari yang Dibayangkan

Milih NIHI Sumba jadi tempat magang bukan keputusan yang tiba-tiba buat Mariana Miranda Sumarto, atau yang akrab disapa Miran. Miran sendiri orang asli Sumba, jadi dia udah kenal Nihi Sumba sebagai salah satu resort terbaik di Indonesia, bahkan diakui juga di level internasional. Rasa tertariknya makin gede karena resort ini nggak cuma nawarin akomodasi doang, tapi juga ngasih berbagai aktivitas yang ngenalin budaya dan potensi alam Sumba ke para tamu. Makanya, sejak awal masuk kuliah, dia udah nge-set Nihi Sumba sebagai tujuan utama buat magang.

Miran merasa bahwa pengalaman di NIHI Sumba sangat berkesan, tidak hanya belajar operasional resort, tetapi juga melihat bagaimana NIHI Sumba mengembangkan potensi wisata. Resort ini menawarkan akomodasi serta beragam aktivitas budaya dan alam yang memperkenalkan kekayaan Sumba. Dia menyadari bahwa ilmu manajemen destinasi yang dipelajari tetap relevan di dunia resort. Untuk mahasiswa pariwisata yang ingin magang di Front Office, Miran menyarankan: siapkan mental, belajar, tingkatkan bahasa Inggris, dan berani keluar dari zona nyaman, karena setiap pengalaman memberikan perspektif baru.

Belajar Dunia Perhotelan, Memahami Pariwisata Secara Lebih Luas

Hari pertama magang jadi momen paling bikin kaget buat Miran, soalnya realita pekerjaan sama bayangannya di kepala jauh banget bedanya sama apa yang ada di lapangan. Sebelumnya dia ngira Front Office itu cuma seputar check-in dan check-out doang, eh ternyata seluruh aktivitas operasional tamu itu butuh koordinasi yang intens banget. Proses adaptasinya juga lumayan berat, soalnya dia harus belajar sistem resort dari nol, sekaligus paham operasional khas NIHI Sumba yang beda dari tempat lain. Dari pengalaman ini, dia jadi sadar kalau kerjaan Front Office itu jauh lebih ribet daripada yang keliatan dari sudut pandang tamu.

Kalo di blog ini kita udah bahas soal Front Office yang tiap hari harus interaksi langsung sama tamu, penasaran nggak sih gimana serunya salah satu divisi di back office? Nah, buat jawabannya, tungguin di blog selanjutnya ya, guys!

Sumber Foto : Dokumentasi Miranda

Enam bulan magang ngasih banyak perubahan buat Miran, terutama dari sudut pandangnya soal dunia kerja. Skill komunikasi, bahasa Inggris, kerja sama tim, sampe problem solving-nya berkembang pesat karena tiap hari dia selalu interaksi sama tamu maupun berbagai departemen di resort. Selain itu, dia juga belajar kalau jadi bagian dari divisi Front Office itu dituntut buat cekatan, teliti, kuat kerja di bawah tekanan, dan tetep ngasih pelayanan terbaik dalam situasi apa pun. Dari pengalaman ini, dia makin paham kalau pelayanan yang bagus itu hasil dari koordinasi banyak pihak di balik layar, yang mungkin nggak keliatan sama tamu.

Program magang itu bukan cuma buat syarat akademik biar bisa lulus kuliah aja, tapi juga jadi kesempatan buat kenal berbagai profesi yang mungkin belum pernah kebayang sebelumnya. Pengalaman Miran ini nunjukin kalau beda antara perminatan kuliah sama divisi magang itu bukan penghalang buat berkembang, tapi justru bisa jadi kesempatan bagus buat memperluas skill dan wawasan. Jadi, kalau suatu saat kamu dapet kesempatan magang di bidang yang beda dari ekspektasimu, jangan ragu buat coba. Siapa tau, dari situ justru kamu nemuin pengalaman paling berharga dalam perjalanan karier kamu.

Ohiya, di bagian bawah ini aku juga udah nyiapin dokumentasi foto-foto Miran selama magang di sana, lho! Siapa tau, dari foto-foto ini yang penuh keindahan alam dan suasana kerennya, kamu jadi makin pengen magang di NIHI Sumba juga

Dokumentasi Visual Miran