Ketika Penelitian Menjawab Kebutuhan UMKM: Perjalanan Lahirnya TRANSARA POS
Blog ini membahas perjalanan lahirnya aplikasi TRANSARA POS, mulai dari permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM F&B, proses penelitian dan pengembangan aplikasi, kolaborasi tim pengembang, hingga manfaat yang dirasakan pengguna serta rencana pengembangan inovasi di masa depan.
PENGUMUMAN
7/24/20263 min read
Jadi, alih-alih langsung gaskeun bikin aplikasi, hal pertama yang dilakuin justru nyelemin permasalahan mitra secara detail. Semua aktivitas operasional mereka dipelajarin biar solusi yang dirancang beneran cocok sama cara kerja UMKM sehari-hari, bukan cuma ikut-ikutan tren teknologi yang lagi hits. Dari pendekatan kayak gini, akhirnya kebentuk gambaran yang lebih lengkap soal fitur apa aja yang emang dibutuhin sama pengguna, plus kendala-kendala yang perlu dibenerin. Nah, hasil riset inilah yang jadi pondasi utama buat ngembangin TRANSARA.
Ketika Sebuah Kebutuhan Melahirkan Inovasi
Inovasi itu nggak melulu lahir dari ruang kerja atau lab yang serba canggih, tapi justru sering muncul dari masalah yang beneran dirasain sama masyarakat. Nah, dari situlah lahir aplikasi bernama TRANSARA, yang emang niatnya buat nemenin perjalanan para pelaku UMKM, khususnya yang main di bidang food and beverage (F&B). Tapi di balik aplikasi yang sekarang udah bantu banyak UMKM ini, ada proses panjang banget yang dilewatin, mulai dari dengerin keluhan dan kebutuhan mitra, riset sana-sini, sampe akhirnya nemuin solusi yang bener-bener nyambung sama masalahnya. Perjalanan ini jadi bukti kalau inovasi terbaik itu bukan yang paling keren secara teknologi, tapi yang paling ngerti apa yang lagi jadi kendala buat penggunanya.
Pengembangan aplikasinya melewati banyak tahap penyempurnaan sebelum siap dipakai. Pendekatan User-Centered Design mengevaluasi fitur berdasarkan kebutuhan pengguna, dengan 17 kali closed testing, serta memenuhi standar Google Play dan keamanan data. Aplikasi ini membantu mengurus transaksi, stok, laporan, manajemen karyawan, dan penggajian tanpa biaya atau gangguan iklan. Proses ini menunjukkan bahwa kualitas inovasi dibangun melalui belajar, evaluasi, dan penyempurnaan berkelanjutan.
Ketika Penelitian Berubah Menjadi Solusi
Inovasi itu nggak melulu lahir dari ruang kerja atau lab yang serba canggih, tapi justru sering muncul dari masalah yang beneran dirasain sama masyarakat. Nah, dari situlah lahir aplikasi bernama TRANSARA, yang emang niatnya buat nemenin perjalanan para pelaku UMKM, khususnya yang main di bidang food and beverage (F&B). Tapi di balik aplikasi yang sekarang udah bantu banyak UMKM ini, ada proses panjang banget yang dilewatin, mulai dari dengerin keluhan dan kebutuhan mitra, riset sana-sini, sampe akhirnya nemuin solusi yang bener-bener nyambung sama masalahnya. Perjalanan ini jadi bukti kalau inovasi terbaik itu bukan yang paling keren secara teknologi, tapi yang paling ngerti apa yang lagi jadi kendala buat penggunanya.


Sumber: Dr. Yerik Afrianto, M.Si., M.Kom.
Inovasi yang Terus Berkembang Bersama Penggunanya
Temuan-temuan dari riset tadi akhirnya diubah jadi inovasi lewat kegiatan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M). Pengembangan aplikasinya dipimpin sama Dr. Yerik Afrianto Singgalen, M.Si., M.Kom., bareng Ibu Jodie Giovanna Abrahamsz, S.Tr.Par., MSTHEM dari Program Studi Pariwisata, plus kolaborasi juga sama Bapak Efendi, S.E., M.Bus. dari Program Studi Manajemen, buat ngasih solusi yang emang sesuai kebutuhan mitra. Setiap anggota tim bawa sudut pandang dan keahlian masing-masing, jadi proses pengembangannya nggak cuma mikirin teknologi doang, tapi juga mempertimbangkan sisi operasional usaha dan pengalaman penggunanya. Kolaborasi riset kayak gini nunjukkin kalau inovasi yang oke itu emang lahir dari kerja sama lintas disiplin ilmu yang punya satu tujuan yang sama.
Kisah aplikasi TRANSARA menunjukkan bahwa inovasi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga keberanian memahami kebutuhan masyarakat. Penelitian menjadi jembatan untuk mengatasi permasalahan dengan solusi nyata melalui kolaborasi disiplin. Perguruan tinggi berperan penting dalam menghadirkan inovasi yang menjawab tantangan saat ini dan berkembang sesuai pengguna. Setiap langkah kecil dari kebutuhan dapat menjadi awal inovasi yang berdampak bagi banyak orang.
Perjalanan dari aplikasi TRANSARA sendiri tidak berhenti hanya sampai aplikasi berhasil digunakan oleh mitra UMKM. Tim pengembang sendiri juga melakukan pendampingan, mendengarkan pengalaman pengguna, serta melakukan evaluasi berbagai kebutuhan baru yang muncul setelah penggunaan aplikasi yang digunakan dalam operasional sehari - hari. Hasil pendampingan sendiri menunjukan bahwa pengguna lebih mudah memantau aktivitas usaha, mengelola laporan, serta mengambil keputusan bisnis berdasarkan data yang tersedia. Pengalaman ini juga membuktikan bahwa suatu inovasi akan terus berkembang jika pengguna juga ikut dilibatkan.
Semangat dalam melahirkan aplikasi TRANSARA juga dapat menjadi bagi pengembanga inovasi lainnya di Program Studi Pariwisata Universitas Katolik Atma Jaya. Pada saat ini tim juga sedang mengembangkan aplikasi lainnya seperti Observa yang bertujuan untuk mendukung kegiatan observasi lapangan serta Kodein untuk membantu proses coding para peneliti dan analisis data penelitian kualitatif. Kehadiran inovasi - inovasi tersebut juga menunjukan bahwa penelitian juga tidak berhenti sampai pada publikasi ilmiah, akan tetapi juga dapat untuk dikembangkan menjadi solusi yang memang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun dunia akademik. Dengan semangat tersebut, setiap penelitian diharapkan mampu melahirkan inovasi yang relevan, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang semakin luas.
